Hei mentari, terbitlah setinggi-tingginya. Katakan kepada mega-mega nun jauh disana. Kami kelimpungan menghadapi kenyataan. Dengkul i…
Kata adalah Senjata Abad ke dua puluh satu. Dari era Anno Domini dan dimulai satu januari dua ribu satu. Dunia sudah bukan main maju. Surat menyur…
- Bedebah Pendosa Selamat menyulam mimpimu para bedebah Kebahagiaan adalah milik semua insan Bahkan pendosa sekalipun Sampai jumpa di peraduan Te…
Bocah Yang Merindu Bertahun-tahun rindu di semayamkan dalam hati seorang bocah, menimbun kenangan dan ingatan di rongga jiwa yang gundah. Kepada …
Pamit T anpa tegur sapa, Diujung waktu. Dibalik mega-mega, Kau dan aku membisu. Wajahmu gelisah, Tatapanmu mendung. Pipimu mulai basah, Tangis tak …
"Aku akan memperkenalkan semestaku padamu melalui kata-kata." ~ Gaung Rasa Kumpulan puisi oleh Abengkris Silahkan baca Gaung Ras…
Debu Galaksi D unia, tempat semua kutukan mencari pengampunan. Tempat segala gagasan mencari pembenaran. Dari Adam dan Hawa segalanya bermuasal…
Takdir, aku padamu Dalam gusar malam yang sepi serta ingatan yang menyeruak. Kala mata membangkang untuk menutup barang sejenak. Kan…
Purnama Pada Mentari Mega berarak di gembala angin-angin Padanya asa-asa di titip purnama Kala mentari tetap saja apatis Apa sebab entah …
Dia Hanya (sedang) Butuh Teman Bicara  Dari balik kisi-kisi jendela; mata ku menerawang di antara bulir hujan yang tengah berlomba jatuh ke bumi…
Kejam Tiada bunyi, hanya menggerutu dalam pikir. Tentang asa yang tidak pernah mau berteman dengan kenyataan. Dan noda itu masih lekat dalam ing…
Adalah aku.. Si korban masa lalu yang terkutuk. Bersembunyi di balik bayangan diri sendiri. Berharap bulan tapi tak ingin malam datang. Adalah a…
Ketika tutur tak lagi mewakili apa yang tersirat. Sabda itu tak berbentuk, dia adalah lisan. Dan para telinga tidak semuanya sepaham. Tentang nu…