Strategi Membeli Rumah Pertama (bagian 1) - Abengkris
SIcBCNYYowU9yLaT7xeY79BwuoTOboEitKQqE4L9

Strategi Membeli Rumah Pertama (bagian 1)

strategi membeli rumah pertama
Lebih baik beli atau kontrak properti?

Pertimbangan Mengapa Banyak Orang Lebih Memilih Sewa Rumah Daripada Beli Rumah

Terkadang lebih baik sewa rumah daripada beli rumah. Mengapa?

Sebuah hunian tentu merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia, namun alih-alih harus membeli rumah Kamu juga bisa menyewanya.

Yuk simak beberapa pertimbangan orang lebih memilih sewa rumah ketimbang beli rumah:

Memiliki Hunian, Perlukah?

Bagi Kamu yang sudah mulai memasuki dunia kerja, tentunya realitas mulai menghantam pikiran Kamu dengan keras.

Dengan gaji terbatas, otak berputar sedemikian rupa untuk merencanakan pembelian hunian sederhana.

Tidak disangka-sangka, waktu akan berjalan sangat cepat dan tanpa terasa Kamu belum berhasil memiliki hunian.

Oleh karena itulah, sebagian orang mengatasinya dengan cara sewa rumah.

Dengan demikian, pengeluaran per bulannya lebih pas di kantong dan tidak membebani keuangannya. Dengan kata lain sewa rumah biasanya lebih fleksibel.

Terlebih dengan ketimpangan kenaikan gaji dan kenaikan harga rumah, banyak anak muda zaman sekarang yang mencoba strategi ini.

Mereka berpikir bahwa terkadang menyewa lebih menguntungkan daripada membeli.

Tetapi apa sih pertimbangan mereka untuk lebih memilih sewa rumah daripada membelinya?

Melalui artikel berikut saya akan membahas mengenai sewa rumah vs beli rumah.

Pertimbangan Sewa Rumah daripada Beli Rumah

Dengan semakin sulitnya kondisi perekonomian di Indonesia, kini mayoritas masyarakat mengandalkan sewa rumah untuk memiliki tempat tinggal, terutama bagi generasi milenial yang nilai pendapatannya cenderung lebih kecil ketimbang masa lalu.

Nah, beberapa pertimbangan selain biaya yang mereka ambil adalah sebagai berikut.

#1 Bisa Pindah dengan Mudah

Pernah ada pengalaman seseorang yang telah memiliki rumah, namun memilih untuk menyewakan rumahnya dan menyewa kamar kost untuk dirinya sendiri.

Alasannya karena ia masih mencari pekerjaan, sehingga menyewa kamar kost akan jauh lebih mudah daripada terus pindah rumah.

Ia membayar biaya sewa kamar kost dengan uang yang diperolehnya dari penyewaan rumahnya, dan GUESS WHAT? Masih banyak uang yang tersisa (karena biaya sewa kamar kost lebih kecil daripada harga sewa rumahnya).

Selain faktor fleksibilitas, ia juga memperoleh keuntungan berupa penghasilan pasif.

Luar biasa bukan?

Saat masih muda, membeli rumah berarti komitmen yang besar, dan kemungkinan akan mengikatmu untuk tetap tinggal di sana meski memperoleh penawaran pekerjaan yang menarik.

Jika Kamu juga mengalami demikian, jangan takut untuk menyewa rumah atau apartemen demi memperoleh fleksibilitas ini.

#2 Berbagi itu Lebih Mudah

Di negara-negara Barat, banyak pasangan yang belum menikah tinggal satu atap.

Biasanya mereka memilih untuk menyewa sebuah rumah daripada membelinya dengan alasan berikut:

“Jika hubungan kami ternyata berakhir, kami akan lebih mudah pindah ke tempat lain dan memisahkan keuangan kami, sehingga sewa rumah lebih mudah daripada beli rumah bagi pasangan belum menikah.”

Memang betul, membeli rumah saat belum menikah menciptakan beberapa tantangan, terutama jika Anda memilih nama siapa yang akan dicantumkan dalam sertifikat rumah.

Meski kedua orang berkontribusi sama rata dalam membayar angsurannya, hanya satu orang yang tercantum di sertifikat rumah yang berhak mengklaim rumah tersebut secara legal.

Apabila pihak tersebut memutuskan untuk menjual rumahnya, maka pihak lain tidak punya pilihan alternatif dan harus menuruti keinginan pihak pertama, melupakan segala kesetaraan yang berusaha dijaga sejak awal.

Bisa dibilang saat belum menikah semuanya belum pasti, sehingga disarankan untuk sewa rumah saja dulu daripada beli.

Setelah menikah, barulah mereka akan kembali mempertimbangkan apakah akan membeli rumah atau tetap menyewa.

#3 Sulit untuk Menjual Rumah

Saat ini, kondisi perekonomian di Indonesia bisa dibilang sedang lesu.

Boro-boro ada daya beli, yang ada banyak orang berusaha menjual asetnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, nyatanya menjual rumah tidak sama dengan menjual gorengan. Tidak banyak orang yang mampu membeli rumah saat perekonomian seperti ini.

Mortgage advisor dan penulis buku the Loan Guide: How to Get the Best Mortgage Possible, Casey Fleming mengungkapkan bahwa ada beberapa negara di mana menyewa lebih baik daripada beli rumah.

Ini dikarenakan menjual rumah di negara itu tergolong sulit, dan semakin lama akan semakin sulit.

Dalam kondisi seperti ini, menyewa memungkinkan Kamu terus pindah untuk mencari tempat lebih baik dengan biaya sewa lebih murah tanpa ada beban untuk menjual rumah lama.

Untuk menentukan apakah Kamu juga tinggal di negara seperti itu, cobalah pantau berapa lama sebuah rumah di sekitar Kamu laku terjual, apakah bisa dalam hitungan hari, bulan, atau bahkan tahunan?

Selain itu, beberapa faktor lain menurut Fleming yang juga mempengaruhi sulitnya penjualan rumah adalah:

  • Tingkat migrasi ke area tersebut
  • Peluang kerja di area itu
  • UMR standar di kota atau area tersebut

Selain itu, Fleming juga berpendapat bahwa Kamu akan kehilangan kebebasan untuk pindah karena keterikatan tersebut.

#4 Lebih Murah

Alasan paling umum mengapa orang memilih untuk sewa rumah daripada beli rumah tentunya kendala finansial.

Dengan UMR saat ini, hampir mustahil untuk bisa memiliki rumah di tengah kota yang layak huni.

Beberapa perencana keuangan mungkin mengatakan bahwa menyewa itu keputusan yang salah karena pada akhirnya Kamu tidak memiliki asetnya.

Namun sebagian percaya bahwa menyewa adalah alternatif sementara sambil menabung sampai bisa membeli rumah.

Ini jauh lebih baik daripada memaksakan diri untuk kredit rumah di luar kemampuan finansial Kamu.

Kenyataannya, menyewa bisa lebih mahal atau lebih murah, bergantung pada:

  • Area tempat tinggal Kamu
  • Strategis tidaknya area tempat tinggal
  • Harga jual dan sewa yang ditawarkan

Sebelum mengambil keputusan, carilah harga sewa rata-rata dan bandingkan dengan angsuran apabila Kamu membeli rumah di area yang sama.

Dengan begitu, Kamu bisa melihat mana pilihan yang lebih masuk akal bagi Kamu.

Jika Kamu kesulitan dalam berhitung, jangan khawatir. Gunakan aplikasi Finansialku yang dilengkapi dengan fitur “Rencana Keuangan” untuk menghitung besaran angsuran KPR dan membandingkannya dengan biaya sewa.

Jika Kamu merupakan pengguna baru, segera download aplikasi Finansialku secara GRATIS di Google Play Store atau buka aplikasi Finansialku di browser Kamu!

#5 Untuk Mengambil Keputusan yang Lebih Baik

Jika Kamu sudah menikah atau memiliki buah hati, tentunya membeli rumah merupakan sebuah rencana yang lebih baik daripada menyewa.

Namun tidak peduli apa kata orang, pikirkan terlebih dahulu sebelum Kamu memutuskan untuk beli rumah, karena Kamu baru bisa mengenal rumah secara penuh setelah tinggal di dalamnya.

Sebagai contoh, sangat banyak orang yang terpaksa merenovasi rumahnya atau bahkan menjualnya sesaat setelah membelinya, karena ternyata rumah tersebut bocor atau diserang rayap.

Dengan mengontrak atau menyewa rumah sebelum membelinya, Kamu bisa merasakan pengalaman tinggal di sana secara langsung sehingga Kamu bisa mengambil keputusan yang jauh lebih bijak.

Tips dalam Merencanakan Keuangan Sewa atau Beli Rumah

Kini, Kamu sudah tahu bahwa ada 2 alternatif dalam memiliki tempat tinggal, yakni sewa atau beli.

Namun bagaimanapun pilihan Kamu, jangan lupa untuk merencanakan keuangannya dengan baik!

Dalam merencanakan dana untuk beli atau sewa rumah, Kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Tempat tinggal adalah kebutuhan pokok (NEEDS), tetapi membeli rumah mewah adalah keinginan (WANTS). Prioritaskan terlebih dahulu kebutuhan Kamu.
  • Lihat kembali kondisi keuangan Kamu, jangan pernah memaksakan diri untuk melakukan sesuatu di luar kemampuan Kamu.
  • Jika ingin membeli secara kredit, persiapkan uang muka rumah, kurang lebih 30%. Berdasarkan Surat Edaran No. 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013, Bank Indonesia mewajibkan calon pembeli rumah membayar uang muka minimal 30% dari harga total rumah.
  • Pastikan juga Kamu mempersiapkan biaya-biaya tambahan, seperti biaya balik nama, biaya notaris, biaya KPR, PPN, dan lain sebagainya. Biasanya besaran biaya tambahan ini mencapai 5% – 10% dari harga rumah jika membeli.
  • Pastikan memiliki kemampuan finansial untuk membayar angsuran bulanan yang tidak melebihi 30% pendapatan per bulan Kamu jika membeli dengan cara kredit.

Pertimbangkan dengan Matang sebelum Mengambil Keputusan

Bagaimana? Apakah Kamu sudah memutuskan akan membeli atau menyewa tempat tinggal? Mana yang menjadi pilihan Kamu?

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Kamu yang sedang merencanakan untuk mencari tempat tinggal. Jika Kamu merasakan manfaatnya, jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat yang juga sedang kebingungan memilih untuk beli atau sewa rumah.

Dengan demikian, Kamu dan kerabat bisa sama-sama mengambil keputusan yang tepat.

Catatan penulis:

Halo,

Saya telah menggunakan Aplikasi Finansialku untuk mengatur keuangan pribadi saya.

Aplikasi Finansialku membantu saya untuk mencatat keuangan, investasi, aset dan mengatur anggaran bulanan. Aplikasi Finansialku juga membantu saya dalam mencapai tujuan keuangan saya.

Segera download Aplikasi Finansialku di smartphone Android kamu dan gunakan referral code FUHELLO329327 saat berlangganan. Ayo download Aplikasi Finansialku melalui Google Play sekarang!

Related Posts
Terbaru Lebih lama
Abengkris
Author, Blogger, Digital Enthusiast.

Related Posts

Posting Komentar