[Ulasan] Hidup Ini Brengsek, Dan Aku Dipaksa Menikmatinya - Abengkris
SIcBCNYYowU9yLaT7xeY79BwuoTOboEitKQqE4L9

[Ulasan] Hidup Ini Brengsek, Dan Aku Dipaksa Menikmatinya

Sebuah ulasan karya kolaborasi antara penulis Puthut EA dan seniman jalanan Gindring Wasted:

Hidup Ini Brengsek, Dan Aku Dipaksa Menikmatinya


Cetakan pertama, 2019

ISBN: 978-602-5868-91-7
vi + 106 halaman
13x19 cm

Diterbitkan oleh:
Shira Media
Didistribusikan oleh:
Solusi Mitra Media
Ini novela yang kasar, bahkan cenderung brutal, dan gelap. Penulisnya yang dikenal menguasai teknik narasi apik dan liris, seakan membuang semua kemampuannya. Seperti membuka katup kontrol emosi dan bahasanya. Menggedor dan meledak, tanpa tedeng aling-aling. Tokoh utamanya menguliti realitas dengan cara pandangnya yang sepintas naif dan tolol. Tapi mungkin dia, si tokoh utama, adalah sisi gelap kita. Sisi yang diam-diam kita tutupi, tapi tak pernah sungguh-sungguh kita sembunyikan. Tanpa dinyana, kadang meletup di salah satu bilik paling sunyi di kehidupan kita.

Sebuah novela khusus dewasa yang mengandung konten berbahaya. Buku setebal 106 halaman ini menceritakan kemuakan sang tokoh terhadap keadaan sekitarnya. Berangkat dari masa lalu yang pelik membuat ia termarjinalkan dan dilecehkan. Fantasi psikopatnya sangatlah KEJAM. Kosakata-kosakata carut Puthut EA dan ilustrasi gahar Gindring Wasted dalam buku ini sangat menjelaskan mengapa anak-anak di larang keras untuk membaca.

Meskipun dari awal mengatakan bahwa ini bukan tentang kemarahan, namun jelas ini adalah manifestasi amarah yang meledak-ledak. Amarah kepada siapa? tentu saja kepada kehidupan dan segala pernak-pernik di dalamnya.

Ada sebuah dialog favoritku di bagian 12 saat Mas Wirog bertanya kepada tokoh utama (Tokoh utama menggunakan sudut pandang orang pertama: Aku) : "Menurutmu apa sih negara itu?" Kata Mas Wirog. lalu sang tokoh menjawab: "Negara itu mirip kondangan makan. Semua makanan sudah disajikan. Orang-Orang yang datang duluan menghabiskan semua makanan di sana. Itu pun rebutan. Orang-orang yang datang belakangan tak kebagian." lalu Mas Wirog bertanya lagi: "Lalu apa yang kamu lakukan untuk mencegah makanan itu habis, jika kamu termasuk orang yang datang belakangan?" Sang tokoh menjawab: "Aku hanya akan membunuh orang-orang yang mengajari merebut makanan sehingga orang-orang jadi kalap rebutan makanan."

Mungkin kata 'membunuh' seperti yang di bilang tokoh utama cukup menggambarkan bagaimana sadisnya dia. Itu belum seberapa. Masih banyak fantasi-fantasi psikopatnya yang lain, bahkan dibeberkan secara detail prosesnya. Fantasi? Ya. Sebenarnya tokoh utama dalam cerita ini adalah pengecut. Mungkin filosofinya menurutku begini: kita di dunia nyata sering di hadapkan dengan persoalan-persoalan yang membuat kita gerah, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa atau memang tidak mau. Kita hanya menggerutu dan memaki tanpa tindakan sedikitpun.

Harus cukup dewasa untuk bisa membaca buku ini. Menurut keterangan yang tercantum di atas barcode setidaknya harus berusia 21 tahun ke atas.  Banyak hal-hal yang relate dengan keresahanku selaku pembaca. Mungkin juga denganmu.

Baiklah, aku rasa cukup sekian ulasan novela ciamik 'Hidup Ini Brengsek, Dan Aku Dipaksa Menikmatinya'. Bila ada salah-salah kata dalam penyampaian harap dimaklumi. Aku hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan bla bla bla...

Hidup ini brengsek, dan aku dipaksa menikmatinya - Puthut EA vs Gindring Wasted
Dokumentasi pribadi


Tentang Penulis:
Puthut EA lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Maret 1977. Menyelesaikan pendidikan formal di Fakultas Filsafat UGM. Ia menulis buku baik fiksi dan nonfiksi. Buku yang tengah di ulas ini adalah  karya termuktakhirnya. Beliau bisa dihubungi di puthutea@yahoo.com. Seputar aktivitasnya bisa disimak di www.puthutea.com, di akun Twitternya, Instagram, dan Facebook: @puthutea.

Tentang Ilustrator:
Gindring Wasted adalah nama seorang Street Artist dari Magelang, mulai berkarya di jalanan sejak tahun 2007/2008 dengan karakter seramnya ala-ala Mistfis yang kerap kali dipadukan dengan pesan-pesan yang menohok namun menggelitik, satir dan komedi jadi satu, dan itulah yang menjadi ciri khasnya walaupun kelihatan Brutal namun tetap Taqwa. Tapi sering kali karyanya menjadi kontroversi di masyarakat baik netizen maupun citizen karena kerap membawakan isu-isu sosial di masyarakat dan di balut dengan pesan-pesan satir dan menggelitik. Di sisi lain Gindring adalah seorang Freelance Graphic Designer buku kematian (yasin-tahlil), terkadang dari situ dia menghidupi hidupnya dan karya-karyanya dan tetap konsisten berkesenian di jalanan sampai saat ini.

*Aku membeli bukunya
Related Posts
Abengkris
Author, Blogger, Digital Enthusiast.

Related Posts

Posting Komentar